Tips memilih ban bekas yang layak pakai

Diposting pada

Ban adalah salah satu komponen terpenting pada kendaraan yang harganya relatif mahal. Oleh sebab itu sampai kala ini tetap banyak pemilik kendaraan yang melacak ban bekas saat komponen berikut perlu diganti.

Memang tak ada salahnya memakai ban bekas pada kendaraan yang Anda pakai. Harganya jauh lebih tidak mahal dan, kalau teliti memilih, Anda dapat mendapatkan ban bekas yang memadai berkualitas.

Akan tetapi, kalau tidak hati-hati kala membeli, memakai ban bekas dapat menjadi beresiko bagi keselamatan Anda kala berkendara.

Selain memahami ban seperti apa yang cocok untuk kendaraan yang digunakan, ada tiga hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memastikan untuk belanja ban bekas.

Cek penampilan fisik
Pertama, Anda perlu menyimak penampilan fisik berasal dari ban tersebut, terutama alurnya. Teliti apakah serat kompon ban ada yang rusak sebab hal itu dapat mengakibatkan ban menjadi tak stabil kala diisi angin.

Kemudian menyimak situasi susunan ban. Dijelaskan Metrotvnews.com, susunan utama pada ban terdiri atas belt yang disusun oleh jaringan serat kawat. Belt tersebut memelihara wujud ban agar senantiasa bulat dan dapat bergulir dengan mulus.

Ban yang sudah rusak susunan fisiknya disebut ban sipa. Bentuk ban sipa sudah tak kembali bundar prima sebab ada gelombang pada sebagian bagiannya. Gelombang berikut seringkali tak terlihat sampai kami memasangnya pada pelek dan lantas memutarnya.

Jika kala dicoba putaran ban kelihatan tidak sempurna, sebaiknya Anda tidak belanja ban tersebut.

Akan tetapi, seperti dikabarkan Solopos.com, jarang sekali penjual ban bekas yang mengizinkan calon costumer mencoba ban terutama dahulu atau senang mengambil alih ban yang sudah dipasangkan pada kendaraan. Oleh sebab itu cermati dengan baik ban bekas yang ingin Anda beli atau ajak kawan yang lebih jelas soal ban agar tak menyesal sehabis membeli.

Hindari memilih ban rekondisi (vulkanisir)
Saat belanja ban bekas, Anda termasuk perlu mengetahui apakah ban berikut sudah direkondisi (vulkanisir). Jika itu adalah ban vulkanisir, sebaiknya batalkan rancangan belanja ban tersebut.

Ban vulkanisir merupakan ban yang sudah gundul namun alurnya diperbaiki kembali agar kelihatan seperti baru. Jenis ban ini sebetulnya kebanyakan dijual dengan harga terlalu terjangkau agar tak sedikit yang senang menggunakannya.

Lihat Juga : Jual Ban Truk

Kris, asisten kepala Planet Ban Lenteng Agung, memberi saran agar tidak belanja ban vulkanisir.

“Gampang meletus, vulkanisir hanya tambahan susunan karet yang diproses pemanasan. Tidak menyatu seperti cetakan ban keluaran pabrik. Tidak tahan panas kebanyakan ban yang digunakan, dan kapan saja lapisannya copot,” jelas Kris kepada Maniakmotor.

Secara kasat mata, Kris menyatakan membedakan antara ban vulkanisir dengan ban asli memadai mudah.

“Dari samping ban vulkanisir kembangnya tidak menyatu. Terlihat termasuk garis tidak tebal seperti karet tempelan yang disatukan. Selain itu, harga ban vulkanisir termasuk jauh lebih tidak mahal dibanding ban baru. Perbedaan harganya lebih-lebih dapat lebih berasal dari 50 persen,” jelasnya.

Kepada Okezone, Dwi Triono, Manager Technical Service PT Gajah Tunggal Tbk menyatakan cara membedakan ban hasil vulkanisir sebagai berikut:

Setiap ban punyai indikator TWI (tread wear indicator). TWI ditandai dengan terdapatnya kode logo segitiga di pinggir dekat tapak ban. Biasanya ada keseluruhan enam logo segitiga. Logo berikut mengarahkan sekaligus membuktikan ke sebuah tonjolan di antara alur ban. Bila tonjolan berikut sudah sejajar dengan alur ban maka dapat dipastikan ban itu sudah aus dan tak layak pakai.
Biasanya ban vulkanisir dibuat kembangan baru pada tapaknya dengan cara diukir. Akibatnya tonjolan TWI yang berada di antara kembangan ban akan hilang. Jika belanja ban bekas, menyimak bagian ini. Jika tak ada, dapat dipastikan ban itu sudah direkondisi.
Takar umur ban dan minta garansi
Terakhir, jangan lupa menaksir umur ban yang Anda ingin beli dengan mengamati kode yang terpampang di dinding ban. Dari kode berikut Anda akan jelas tahun produksi, tekanan angin, dan berbagai Info lainnya soal ban itu.

Perlu dicatat, ban membawa batas kadaluarsa. Biasanya tiga tahun berasal dari tanggal memproses atau kalau sudah menempuh jarak 60 ribu kilometer.

Jika seluruh sudah di cek dan Anda mulai cocok dengan ban bekas tersebut, cobalah untuk meminta garansi pada penjual. Biasanya penjual yang bertanggung jawab akan memberi garansi selama satu minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *